fbpx

Prosedur Mengurus Akta Kematian di Disdukcapil

Bukan hanya jodoh, kematian pun merupakan salah satu hal paling misterius di dunia ini. Memang adalah hal yang sangat mustahil bagi kita untuk mengetahui kapan seseorang akan meninggalkan dunia ini. Kematian pula menjadi hal yang paling tidak kita harapkan kedatangannya. Apalagi kalau kematian tersebut datang kepada kerabat atau orang paling kita sayangi, sedih sekali ya rasanya. Ketika ada seseorang yang lahir ke muka bumi ini, kita diharuskan untuk membuatkannya Akta Kelahiran. Begitu juga ketika seseorang pergi meninggalkan dunia ini, kita pun harus memiliki Akta kematiannya. Nah, pada artikel kali ini Mimin akan menjelaskan pada Soulmed semua bagaimana prosedur mengurus Akta Kematian di Disdukcapil Kota Bandung.

Apa Itu Akta Kematian?

Sebelum kita membahas bagaimana prosedur mengurus Akta Kematian, Mimin mau jelasin dulu nih sama kalian. Apa itu Akta Kematian? Akta kematian merupakan dokumen sebagai tanda bukti yang sah mengenai peristiwa kematian seseorang yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dilansir dari disdukcapil.bandung.go.id, setiap kematian wajib dilaporkan oleh Ketua RT atau nama lainnya di domisili penduduk kepada Instansi Pelaksana paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kematian. Pejabat Pencatatan Sipil kemudian akan mencatat pada Register Akta Kematian dan menerbitkan Kutipan Akta Kematian.

Apabila terjadi ketidakjelasan keberadaan seseorang karena hilang atau mati tetapi tidak ditemukan jenazahnya, maka pencatatan oleh Pejabat Pencatatan Sipil baru dilakukan setelah adanya penetapan pengadilan. Kemudian apabila terjadi kematian seseorang yang tidak jelas identitasnya, instansi pelaksana melakukan pencatatan kematian berdasarkan keterangan dari kepolisian.

Proses penerbitan Akta Kematian pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil paling lambat akan memakan waktu sebanyak empat belas hari.

Persyaratan Akta Kematian

  1. Mengisi formulir Pelaporan Kematian dari Disdukcapil Kota Bandung.
  2. Surat Keterangan Kematian dari rumah sakit / para medis (asli)
  3. Surat Keterangan Kematian dari kelurahan (asli)
  4. Fotokopi KK dan KTP yang meninggal dunia
    • Fotokopi Akta Kelahiran yang meninggal dunia
    • Fotokopi Akta Perkawinan/Surat Nikah yang meninggal dunia
  5. Fotokopi KTP-el 2 orang saksi dari pihak keluarga
  6. Fotokopi KTP-el pelapor. Pihak pelapor adalah keluarga (ahli waris) atau ketua RT. Bagi pelapor ketua RT, lampirkan fotokopi SK sebagai bukti Ketua RT.
  7. Untuk WNA lengkapi dengan:
    • Fotokopi Paspor yang meninggal dunia
    • Fotokopi Visa yang meninggal dunia
    • Fotokopi KITAS/KITAP
    • Fotokopi KTP-el yang meninggal dunia bagi pemilik KITAP
    • Fotokopi SKTT yang meninggal dunia bagi pemilik KITAS

Persyaratan Pelaporan Kematian Luar Negeri

  1. Mengisi formulir Pelaporan Kematian Luar Negeri dari Disdukcapil Kota Bandung
  2. Fotokopi Akta Kematian dari negara dimana yang bersangkutan meninggal
  3. Surat Keterangan Kematian dari Kedutaan negara setempat
  4. Fotokopi Kartu Keluarga dan KTP-el yang meninggal dunia
  5. Fotokopi Akta Kelahiran yang meninggal dunia
  6. Fotokopi Akta Perkawinan/Surat Nikah yang meninggal dunia
  7. Fotokopi paspor yang meninggal dunia
  8. Fotokopi KTP-el 2 orang saksi kerabat terdekat
  9. Fotokopi KTP-el pelapor

Alur Pelayanan

Prosedur mengurus Akta Kematian
Sumber Gambar : Disdukcapil Kota Bandung
  1. Pastikan berkas pelayanan lengkap dan benar
  2. Mendaftar antrian melalui SMS
  3. Datang ke kantor Dinas sesuai jadwal balasan SMS
  4. Menunggu pemanggilan nomor antrian
  5. Penyerahan berkas pemohon, diverifikasi petugas
  6. Penandatanganan buku register
  7. Pengambilan resi
  8. Produk diambil sesuai jadwal resi

Cara Pendaftaran

Prosedur pembuatan Akta Kematian
Sumber Gambar : Disdukcapil Kota Bandung
  1. Ambil KTP Elektronik pihak pelapor.
  2. Perhatikan Nama Depan dan NIK-nya, lalu ketik SMS dengan format berikut : NAMADEPAN#NIK#AKTA_KEMATIAN
  3. Kirim SMS ke nomor yang tertera pada gambar di atas.
  4. Silahkan Anda datangi kantor Disdukcapil Kota Bandung sesuai jadwal SMS balasan.
  5. SMS balasan jangan sampai hilang, karena akan diperlihatkan ke petugas loket.

Manfaat Memiliki Akta Kematian

Berikut merupakan beberapa manfaat yang didapatkan oleh Almarhum ketika memiliki Akta Kematian:

1. Mencegah data Almarhum disalah gunakan.

Dengan mengurus akta kematian, Anda membantu orang yang Anda cintai agar datanya tidak dapat disalah gunakan. Apalagi jika sampai digunakan untuk sesuatu yang buruk atau merugikan.

2. Memastikan keakuratan data Penduduk

Data ini nantinya juga akan digunakan untuk mengetahui siapa saja penduduk yang masih memiliki hak suara saat momen seperti pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Jangan sampai karena tidak dilaporkan, orang yang sudah meninggal justru masih memiliki hak suara.

3. Mengurus penetapan Ahli Waris

Agar harta kerabat Anda bisa diserahkan kepada ahli waris secara sah, maka Anda membutuhkan akta kematian kerabat Anda agar jelas bahwa pemilik harta tersebut sudah meninggal dan hartanya bisa diwariskan.

4. Mengurus Klaim Asuransi

Dana klaim dari asuransi tidak akan bisa turun jika Anda tidak melampirkan persyaratan yang dibutuhkan. Dan salah satu syarat pengurusan klaim asuransi adalah dengan melampirkan akta kematian orang yang telah meninggal tersebut.

5. Persyaratan untuk melakukan perkawinan kembali bagi suami/istri Almarhum

Jika pasangan meninggal, istri atau suami yang ditinggalkan bisa melakukan pernikahan kembali. Akan tetapi, untuk bisa melakukan pernikahan yang sah secara hukum, istri atau suami yang ditinggalkan perlu melampirkan akta kematian dari suami lamanya dalam proses perkawinan kembali.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *