fbpx

Larangan Mudik Lebaran 2020

Halo Soulmed kesayangan! Bagaimana kabarnya? Masih lancar kan puasanya? Melakukan ibadah puasa Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 seperti ini tentunya membawa banyak perbedaan. Beberapa diantaranya yaitu aktivitas tarawih di tempat ibadah, buka bersama , sahur on the road dan mudik. Ya, pemerintah pun telah resmi mengumumkan larangan mudik lebaran 2020. Pasalnya angka persebaran Covid-19 di Indonesia dari hari ke hari semakin meningkat. Belum ada tanda-tanda Covid-19 akan mereda dalam waktu dekat. 

Lalu apa hubungan larangan mudik lebaran dengan pandemi ini? Bukankah mudik adalah hak setiap orang? Ya memang betul. Tapi dalam kondisi khusus seperti pandemi Covid-19 ini pemerintah punya hak mengeluarkan larangan sebagai bentuk perlindungan pada warga negaranya. Meskipun angka persebaran Covid-19 di Indonesia terus meningkat tajam, rupanya masih banyak dari kita yang lengah. Menganggap wabah ini tidak terlalu berbahaya. Berpendapat kita tidak mungkin kena karena kita sehat-sehat saja, tidak bepergian keluar negeri, tidak berinteraksi dengan banyak orang. Betulkah demikian? 

Kenyataannya virus Covid-19 ini memang diam di tempat. Tidak serta-merta jalan-jalan sendiri. Tapi, mereka hinggap dari satu tempat ke tempat lain. Khususnya tubuh kita. Nah kita lah yang menjadi kurir dari si Covid-19 ini. Bayangkan kalau kita memaksa kekeuh mau mudik dari Bandung ke luar kota atau dari kota lain ke Bandung. Kita tidak tahu orang yang kita temui di perjalanan ini bagaimana riwayat kesehatannya, siapa saja yang dia temui, kemana saja dia pergi sebelum bertemu kita. Lalu tanpa sadar virusnya nempel kita bawa pulang ke rumah. Amit-amit kan jika ini terjadi. Alhasil bukannya sibuk berhari raya malah nanti sibuk karantina. 

Dengan berbagai pertimbangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengeluarkan larangan mudik Lebaran tahun 2020 untuk seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan saat rapat terbatas (ratas) lewat video conference di Istana Merdeka Jakarta pada hari Selasa, 21 April 2020.

Larangan mudik ini sebelumnya telah ditetapkan bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta TNI dan Polri. Aturan susulan diberlakukan kepada seluruh masyarakat setelah melihat situasi yang berkembang terhadap pencegahan virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Untuk mendukung larangan mudik lebaran 2020 tersebut Kementerian Perhubungan resmi menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Ruang lingkup dari peraturan tersebut adalah larangan sementara penggunaan sarana transportasi umum, baik untuk transportasi darat, laut, udara, dan kereta api, serta kendaraan pribadi dan sepeda motor, dengan tujuan keluar dan atau masuk wilayah pembatasan sosial berskala besar (PSBB), wilayah zona merah penyebaran Covid-19, dan Jabodetabek atau wilayah aglomerasi lainnya yang telah ditetapkan PSBB.

Larangan tersebut dikecualikan untuk angkutan logistik atau barang kebutuhan pokok dan kendaraan pengangkut obat-obatan, serta kendaraan pengangkut petugas, kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan juga mobil jenazah. Tidak ada penutupan jalan nasional maupun jalan tol, tetapi yang dilakukan adalah penyekatan atau pembatasan kendaraan yang diizinkan melintas atau tidak. Hal ini ditujukan untuk menjamin kelancaran angkutan logistik yang dibutuhkan ketersediaannya oleh masyarakat.

Kementerian Perhubungan bersama pihak-pihak terkait juga telah dan akan terus berkoordinasi untuk melaksanakan teknis implementasi kebijakan ini, termasuk diantaranya Kementerian terkait, Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, otoritas bandara, otoritas pelabuhan, dan operator kereta api.

Peraturan ini akan mulai berlaku pada tanggal 24 April 2020 pukul 00:00 waktu Indonesia bagian barat. Transportasi penumpang komersial telah resmi dihentikan dengan batas waktu sebagai berikut,

  • Transportasi darat sampai dengan tanggal 31 Mei 2020
  • Kereta api sampai dengan tanggal 15 Juni 2020
  • Transportasi laut  sampai dengan tanggal 8 Juni 2020 
  • Transportasi udara sampai dengan tanggal 1 Juni 2020 

Kebijakan ini dapat berubah dengan menyesuaikan dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia.

Disamping itu Kemenhub dalam siaran pers hubdat.dephub.go.id Selasa, 21 April 2020 menyebutka telah mempersiapkan skema bagaimana kendaraan angkutan umum, kendaraan pribadi, sepeda motor tidak boleh keluar masuk zona merah. Skenario yang disiapkan jika mudik dilarang yaitu berupa pembatasan lalu lintas pada jalan akses keluar masuk wilayah, bukan penutupan jalan. Skema pembatasan lalu lintas ini dipilih, karena yang dilarang untuk melintas terbatas pada angkutan penumpang saja, sedangkan angkutan barang atau logistik masih dapat beroperasi. 

Nantinya di setiap akses keluar masuk perlu adanya penyekatan-penyekatan atau pun check point untuk memeriksa setiap orang yang akan keluar masuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Nah, sekarang kita punya pilihan bijak untuk menunda mudik. Supaya menghentikan penyebaran Covid-19. Membantu meringankan kerja tenaga medis. Dan yang pasti, melindungi orang-orang yang kita sayangi. Tentunya berat, tapi kita menjalaninya bersama-sama. Bisa ya? 

Please follow and like us:

One Reply to “Larangan Mudik Lebaran 2020”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *