fbpx

Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) atau Kartu Diaspora

Hai hai Soulmed, ada yang pernah mendengar Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri nggak? Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) atau Kartu Diaspora resmi diluncurkan oleh Menlu Retno Marsudi pada 21 Agustus 2017 silam. KMILN ini merupakan kartu tanda pengenal yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada masyarakat Indonesia yang berdomisili di luar negeri yang memenuhi persyaratan dan kriteria tertentu. Jadi bisa dibilang KMILN ini berguna sebagai pengganti KTP kita di luar negeri. 

Terdapat dua kategori yang dapat disebut sebagai Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (MILN). Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2017 tentang Fasilitas Bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, yaitu sebagai berikut: 

1. Warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.

2. Orang asing/warga negara asing, yang meliputi:

  1. Warga negara asing eks warga negara Indonesia
  2. Warga negara asing anak eks Warga negara Indonesia;
  3. Warga negara asing yang salah satu atau kedua orang tua kandungnya warga negara Indonesia.

Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) atau Kartu Diaspora memiliki beberapa fungsi tertentu. Antara lain sebagai tanda pengenal masyarakat Indonesia di luar negeri, alat pemetaan potensi dan jejaring masyarakat Indonesia di luar negeri untuk kepentingan nasional, sekaligus menjadi sarana pengakuan eksistensi masyarakat Indonesia di luar negeri.

Ada beberapa kriteria yang wajib dipenuhi pemohon apabila ingin membuat Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) atau Kartu Diaspora, 

  1. Tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan dan mencemarkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. Tidak melakukan tindakan yang mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Tidak memiliki masalah hukum dengan Pemerintah Republik Indonesia;
  4. Berusia 18 tahun ke atas; dan
  5. Menetap dan/atau bekerja di luar negeri paling singkat 2 (dua) tahun.

Menurut situs resmi Kemlu.go.id, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2017 Pasal 3 Ayat 3, ada fasilitas atau kemudahan untuk WNI (pemegang KMILN) dalam hal-hal berikut:

  1. Membuka rekening di bank umum
  2. Memiliki properti di Indonesia;
  3. Mendirikan badan usaha Indonesia; Referensi : Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pedoman dan tata Cara Perizinan dan Fasilitas Penanaman Modal.
  4. Adapun bagi warga negara asing pemegang KMILN, fasilitas/ kemudahan untuk membuka rekening, membeli properti, dan mendirikan badan usaha di Indonesia, diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sumber: kemlu.go.id

Cara Membuat atau Pengajuan Aplikasi KMILN

Berikut ini adalah cara mengajukan permohonan KMILN yang dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri RI.

  1. Membuat Akun

Pemohon mendaftar akun aplikasi KMILN dengan membuka website: https://iocs.kemlu.go.id.

  1. Isi kolom isian sebagai berikut:
  • Kolom dengan tanda *, wajib diisi.\
  • Nama depan. (Untuk dicetak di kartu, maksimal 12 karakter/huruf termasuk  spasi)
  • Nama belakang. Kalau hanya memiliki satu nama, tulis nama yang sama untuk kolom nama depan dan nama belakang.  (Untuk dicetak di kartu, maksimal 12 karakter/huruf termasuk spasi)
  • Alamat e-mail.
  1. Pilih kategori pemohon
  • Warga negara Indonesia
  • Warga negara asing.
  1. Selanjutnya pilih kembali salah satu sub-kategori:
  • Warga negara asing eks WNI;
  • Warga negara asing anak eks WNI
  • Warga negara asing yang orang tua kandungnya WNI.
  1. Pilih negara tempat tinggal.
  2. Pilih Perwakilan RI yang dekat dengan tempat tinggal
  3. Buat kata sandi.
  4. Ketik sekali lagi kata sandi yang sama.
  5. Klik Captcha
  6. Klik dan baca bagian “Syarat dan Ketentuan”
  7. Klik ‘Setuju’
  8. Klik kolom DAFTAR.
  9. Cek email masuk yang berisi aktivasi akun.
  10. Buka website aplikasi KMILN

Setelah menerima aktivasi akun, dapat mendaftar di https://iocs.kemlu.go.id.

  1. Klik bagian BERANDA.
  2. Masukan alamat e-mail yang dipakai untuk mendaftar akun.
  3. Masukan kata sandi yang sama ketika ketika membuat akun.
  4. Klik kolom MASUK.
  5. Mengisi formulir
  6. Kolom dengan tanda *, wajib diisi.
  7. Upload foto, dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Latar belakang putih
  • Pose resmi pasfoto, bukan selfie (swafoto)
  • Dimensi ukuran 4×6
  • Resolusi 200 – 500 KB
  • Unggah di tempat yang disediakan
  1. Nama depan, sesuai dengan paspor
  2. Nama belakang, sesuai dengan paspor
  3. Tempat lahir
  4. Tanggal lahir
  5. Jenis kelamin
  6. Kewarganegaraan.
  7. Apabila memiliki kewarganegaraan ganda, wajib memasukkan kolom kewarganegaraan lain.
  8. Nomor paspor yang masih berlaku
  9. Tanggal masa berlaku paspor
  10. Tanggal akhir berlaku paspor
  11. Status pernikahan
  12. Negara tempat tinggal
  13. Kantor Perwakilan RI terdekat, tempat KMILN didaftarkan
  14. Alamat tempat tinggal sekarang
  15. Nomor telepon
  16. Nomor seluler. Jika hanya memiliki satu nomor telepon, maka nomor yang sama   dapat diisikan pada kolom nomor telepon yang lain (*)
  17. Alamat e-mail
  18. Kategori MILN:
  • Warga negara Indonesia
  • Warga negara asing
  1. NIK (kalau ada)
  2. Pekerjaan. Pilih dan klik salah satu
  3. Detail pekerjaan/keahlian

Detail pekerjaan harus mendeskripsikan nama lembaga/organisasi/instansi tempat pemohon bekerja dan keahlian pemohon.

Informasi tentang pekerjaan harus sesuai dengan status yang bersangkutan di luar negeri. Contoh: Pegawai perusahaan swasta di Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, maka yang bersangkutan mengisi informasi tentang pekerjaannya sebagai mahasiswa.

  1. Posisi saat ini dalam pekerjaan
  2. Alamat tempat bekerja
  3. Nomor telepon tempat bekerja
  4. Nomor fax tempat bekerja
  5. Kontak dan alamat korespondensi di Indonesia.
  6. Nomor telepon koresponden
  7. Nomor seluler koresponden
  8. Alamat email koreponden.
  9. Upload Dokumen wajib dan persyaratan

Dokumen Wajib untuk WNI, dan warga negara asing eks-WNI:

  • Salinan paspor yang masih berlaku
  • Surat izin tinggal menetap di negara setempat yang masih berlaku. Contoh : KTP setempat, cap paspor, Visa PR, Return Residence Visa (RRV), Visa Kerja, Green Card dan sejenisnya.

Untuk warga negara asing anak eks-WNI, dan warga negara asing yang orang tua kandungnya WNI:

  •  Salinan paspor yang masih berlaku
  • Surat izin tinggal menetap di negara setempat yang masih berlaku. Contoh: KTP setempat, cap paspor, Visa PR, Return  Residence Visa (RRV),Visa kerja, Green Card dan sejenisnya.
  • Akta kelahiran/ surat keterangan lahir

Dokumen pendukung bagi WNI, paling sedikit 2 (dua) salinan dokumen meliputi:

  • Kartu identitas / tanda pengenal setempat yang meliputi kartu tanda penduduk, kartu mahasiswa, kartu izin mengemudi, kartu pegawai, dan surat keterangan identitas lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di negara setempat.
  • Kontrak kerja atau kontrak rumah/apartemen.

Bagi warga negara asing eks-WNI, paling sedikit 2 (dua) salinan dokumen meliputi:

  • Surat Keputusan menteri Hukum dan HAM Indonesia tentang pencabutan status kewarganegaraan Indonesia.
  • Surat Affidavit yang dikeluarkan oleh Perwakilan yang pernah dimiliki oleh pemohon.
  • Dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah RI yang menunjukkan pemohon pernah menjadi WNI, dapat berupa paspor RI, akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan surat keterangan lain yang dapat dibenarkan oleh Perwakilan.
  • Dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara setempat bahwa pemohon telah melepas kewarganegaraan RI.

Bagi warga negara asing anak eks-WNI, paling sedikit 1 (satu) salinan dokumen persyaratan, meliputi:

  • Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Indonesia tentang pencabutan status kewarganegaraan Indonesia orang tua pemohon.
  • Dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah RI yang menunjukkan bahwa orang tua pemohon pernah menjadi WNI, dapat berupa paspor RI, akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan surat keterangan identitas lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di negara setempat.
  • Dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara setempat bahwa orangtua pemohon telah melepas kewarganegaraan RI.
  • Warga negara asing yang orangtua kandungnya WNI, paling sedikit 1 (satu) salinan dokumen persyaratan, meliputi:
  • Paspor RI milik salah satu atau kedua orangtua pemohon yang masih WNI.
  • Surat keterangan tentang status kewarganegaraan orangtua pemohon yang dibuktikan dengan akta perkawinan, akta kelahiran, kartu keluarga, atau akta perceraian.
  1. Kirim Aplikasi

Setelah semua isian sudah diisi dengan benar dan tepat, foto di-upload dengan benar, dokumen wajib dan dokumen persyaratan di-upload, kirim aplikasi. Aplikasi akan dikirim ke Perwakilan RI yang dipilih untuk diverifikasi.

  1. Perbaikan (Jika Ada)

Kalau ada hal-hal yang perlu diperbaiki, pemohon akan diinformasikan untuk melengkapi kekurangan yang diminta. Setelah itu pemohon dapat mengirim ulang aplikasi yang telah diperbaiki.

  1. Penerbitan/Penolakan Aplikasi

Pemohon akan menerima Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) atau Kartu Diaspora melalui email apabila aplikasi disetujui. Pemohon akan menerima notifikasi apabila aplikasi KMLIN ditolak.

Nah Soulmed jangan bayangkan seperti apa bentuknya KMILN ini. Karena meskipun namanya kartu tetapi bentuk KMILN adalah digital atau elektronik, yang dikirim melalui email. Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI tidak menyediakan KMILN dalam bentuk cetak fisik dan boleh dicetak sendiri.Seluruh proses seluruh pengajuan aplikasi KMILN tidak dipungut biaya apa pun. Jadi siapa tahu kan suatu saat Soulmed memutuskan keluar dari kota Bandung untuk sekolah, kerja atau berdomisili di luar negeri. Jangan lupa untuk segera mengurus KMILN ini sebagai identitas diri kalian. 

Pada saat peluncurannya, Presiden Joko Widodo menyebutkan KMILN atau Kartu Diaspora ini dibuat untuk melindungi para WNI. Antara lain sebagai pusat data terintegrasi yang didalamnya memuat NIK, dapat digunakan untuk mengakses portal peduli WNI. Juga memudahkan bertransaksi di Indonesia seperti properti, rekening bank, dan badan usaha.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *