Cara dan syarat membuat SIUP 2020

Apa itu SIUP?

Ketika kamu mendengar SIUP, apa sih yang ada di benakmu? Mungkin terlintas orang yang sedang berlari dan tiba tiba kehabisan nafas dan terjatuh. Bagi kamu orang yang berasal dari suku banjar, iya benar. SIUP itu memiliki arti kehabisan nafas, tapi disini yang akan kami bahas adalah SIUP yang lain, yang mana itu adalah Surat Izin Usaha Perdagangan. Nah, kali ini kita akan bahas mengenai cara dan syarat membuat SIUP 2020.

Kamu pernah ngupingin orang tua atau orang lain yang lebih tua? Kadang ketika mereka bahas tentang Bisnis, pasti bakal nyebut-nyebut CV atau PT. Nah SIUP ini adalah langkah pertama mereka untuk membuka CV atau PT tersebut, karena didalam persyaratan pengajuan CV atau PT pasti membutuhkan SIUP.

Surat Izin Usaha Perdagangan. Sesuai dengan namanya, ini adalah Surat Izin untuk dapat melakukan kegiatan usaha Perdagangan. Semua perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan diwajibkan memiliki SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan tersebut dan berlaku diseluruh wilayah Republik Indonesia. Jadi jika kamu hendak berdagang, wajib memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan.

Apakah Kamu sedang menjalankan usaha dagang? Sudah memiliki izin usaha belum? Jika ingin melegalkan atau mengesahkan usaha Kamu di mata hukum, Kamu harus mendaftarkan usaha dan mendapatkan izin dalam menjalankan bisnis perdagangan. Baik usaha kecil maupun berskala besar, Kamu sebaiknya membuat SIUP sebagai bukti legalitas usaha Kamu. legalitas usaha juga dapat menguntungkan usaha Kamu dalam mendapatkan konsumen atau kolega dalam bisnis Kamu. Di bawah ini, kita akan menjelaskan Jenis-Jenis dari SIUP. 

Apa saja jenis SIUP?

Ada beberapa jenis Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP. Tiap jenis SIUP diperuntukkan untuk usaha yang dikategorikan berdasarkan modal dan kekayaan di luar lahan dan bangunan. Berikut jenis-jenis SIUP setelah dikategorikan sesuai dengan modal dan kekayaan diluar lahan dan bangunan.

  1. SIUP Mikro, diperuntukan untuk perusahaan yang memiliki modal dan kekayaan bersih di bawah Rp50 juta di luar lahan dan bangunan. Dan sebagai contoh bayangan suratnya seperti apa berikut kami sertakan.
  1. SIUP Kecil, diperuntukan perusahaan yang memiliki modal dan kekayaan bersih sekitar Rp50 juta hingga Rp 500 juta di luar lahan dan bangunan. Dan sebagai contoh bayangan suratnya seperti apa berikut kami sertakan.
  1. SIUP Menengah, diperuntukan untuk perusahaan yang memiliki modal dan kekayaan bersih sekitar Rp500 juta hingga 10 Miliar di luar lahan dan bangunan. Dan sebagai contoh bayangan suratnya seperti apa berikut kami sertakan.
  1. SIUP Besar, diperuntukan untuk perusahaan yang memiliki modal dan kekayaan bersih di atas 10 Miliar di luar lahan dan bangunan. Dan sebagai contoh bayangan suratnya seperti apa berikut kami sertakan.

Bagaimana cara dan syarat membuat SIUP 2020?

Sebelum mengurus surat perizinan SIUP ini, ada beberapa dokumen yang harus Kamu siapkan untuk persyaratan administrasi. Syarat pembuatannya pun harus dibedakan berdasarkan jenis atau bentuk usaha yang Kamu jalankan. Entah itu Perseroan Terbatas, Perusahaan Perseroan terbuka, Perusahaan Perseorangan, ataupun untuk Koperasi. Berikut syarat syaratnya.

a. Syarat untuk Perseroan Terbatas (PT)

  • Fotokopi KTP Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan atau pemegang sahamnya.
  • Fotokopi Kartu Keluarga jika penanggung jawabnya seorang perempuan.
  • Fotokopi NPWP.
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU.
  • Fotokopi Akta Pendirian PT dan fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum.
  • Surat Izin Gangguan (HO) dan Surat Izin Prinsip.
  • Neraca perusahaan.
  • Pas foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar).
  • Materai Rp6.000.
  • Surat izin teknis dari instansi terkait jika diminta.

b.  Syarat untuk Koperasi

  • Fotokopi KTP Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi.
  • Fotokopi NPWP dan Fotokopi Akta Pendirian Koperasi.
  • Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas.
  • Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda).
  • Neraca koperasi.
  • Materai senilai Rp6.000.
  • Pas foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar).
  • Izin lain yang terkait (Misalnya jika usaha Kamu menghasilkan limbah, Kamu harus memiliki izin AMDAL dari Badan pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) setempat.

c. Syarat untuk Perusahaan Perseorangan

  • Fotokopi KTP pemegang saham perusahaan.
  • Fotokopi NPWP.
  • Surat keterangan domisili atau SITU.
  • Neraca perusahaan.
  • Materai Rp6.000.
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).
  • Surat izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.

d. Syarat untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)

  1. Fotokopi KTP Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan.
  2. Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka.
  3. Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM.
  4. Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka.
  5. Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir.
  6. Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).

Namun, jika kegiatan usaha bukan milik sendiri, Kamu harus melengkapi syarat di atas dengan Surat Izin Pemilik sebagai bukti tidak keberatan penggunaan tanah/bangunan yang dimaksud. Surat Izin ini juga harus ditandatangani di atas materai sebagai bukti perjanjian sewa-menyewa antara pemilik tempat dan pelaku usaha.

Prosedur Permohonan SIUP

Setelah persyaratan administrasi telah lengkap, Kamu bisa langsung mendatangi Kantor Dinas Perdagangan di tingkat kabupaten atau kota atau di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

  1. Ambil Formulir Pendaftaran.

Sebagai pemilik usaha, Kamu bisa langsung mendatangi Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan setempat untuk mengambil formulir pengajuan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun, jika Kamu berhalangan untuk hadir, Kamu bisa mengurusnya melalui orang yang telah Kamu berikan kuasa. Lampirkan surat kuasa dengan materai cukup dan telah Kamu tandatangani.

  1. Isi Formulir Pendaftaran

Isikan formulir yang telah disediakan oleh Kantor Dinas Perdagangan secara lengkap dan benar, kemudian tandatangani formulir tersebut di atas materai Rp6.000. Formulir ini hanya bisa ditandatangani oleh Pemilik/Direktur Utama/Penanggung Jawab perusahaan. Setelah selesai, fotokopi formulir tersebut sebanyak 2 rangkap dan gabung dengan syarat administrasi pembuatan SIUP. Dan lampirkan surat bermaterai khusus, jika Kamu menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengurus pembuatan SIUP perusahaan  Kamu.

  1. Bayar Biaya Pembuatan SIUP

Setelah melengkapi formulir permohonan SIUP, Kamu harus melakukan pembayaran biaya pembuatan SIUP. Di mana, biaya pembuatan SIUP di setiap kota atau kabupaten akan berbeda-beda dan diatur oleh Peraturan Daerah di masing-masing wilayah.

  1. Ambil SIUP

Surat Izin Usaha Perdagangan ini biasanya akan siap dan bisa Kamu terima kurang lebih selama 2 minggu dari waktu permohonan. Di mana, petugas Kantor Dinas Perdagangan akan menghubungi Kamu untuk memberitahu bahwa SIUP perusahaan Kamu telah selesai dan siap untuk diambil di Kantor Dinas Perdagangan, tempat Kamu mengurus SIUP tersebut.

Itulah cara dan syarat membuat SIUP 2020 dan beberapa prosedur yang harus Kamu lakukan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Dengan memiliki izin Usaha SIUP berarti usaha Kamu telah tercatat secara legal oleh pemerintah, sehingga membantu usaha agar terhindar dari tindakan penertiban. Serta, memiliki kekuatan hukum jika ada pihak yang sengaja mengganggu kegiatan operasional usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *